Pada saat ku paksa diri memadam semuanya,
nyala itu masih benderang pada merah senja
Yang tinggal hanyalah sebaris tulisan yang sempat ku bisikkan pada malam ke lima belas,
dalam sujud sunyi temaram.
Untuk sebaris kalimat itu, moga Kau mendengar aku.
Lalu harapan aku selamat pergi
bersama angin rindu
yang takkan pernah putus.
moga rinduku sampai, terbalas.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.