
Apabila satu malam temaram
yang gelapnya tiada berbintang
dan gerimis tanpa segan silu gugur
Nah, cuaca sememangnya tidak pernah jujur.
Tetapi,
titis-titis itu
sedikit membasuh lara
di balik kaca...
kaca kita.
Pada sajak yang tak pernah sampai di kotak merah
ku bisik tenang,
dari patah sayapku
lelah ini takkan pernah berhenti
tidak walau sedikit...
rasa ini takkan pernah berhenti
tidak walau sedikit...
Dan sejak itu,
rindu ternyata benar-benar memburu.
Membiru malu.
Aina Nabila
KGS.
homesweethome
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.