"Terima kasih kerana menjadi Kejoraku selama ini, yang memberi cahaya penuh suasa
walau diriku padam dalam gelap senja."
1. Dihina, dibenci atau dicaci itu sebenarnya baris duri yang mati,sekadar dogma yang menghiris merah hati, tak perlu kita menyusup ke daerah sunyi atau bersembunyi di dasar desir yang kelabu. Allah Maha Genius memahami suci dalam debu, meletakkan jijik pandangan menjadi cinta dan rindu. Yakin, percaya dan tahu, akhirnya akan ada mahligai indah yang menunggu...
2. Doakan kesejahteraan kepada mereka yang menghina kita, barangkali mereka tidak memahami pedih dan derita kita , Allah menyintai kesabaran, tempatnya di atas bercahaya seperti kejora di jumantara. Biar orang benci dengan takdir kita tapi Allah sayang pada hati kita yang redha, takdir sebenarnya lebih adil dari segalanya.
3. Pada saat kau dipilih menerima anugerah Dekan dan menjadi Pelajar Terbaik Fakulti putriku, kukutip rumpun akasia dan mekar melati,menjadi serbuk sari warna dan syukur pada-Nya,menjadi lambang dan kemilau murni cita-cita.Teruskan berkarya dalam tunduk resmi padi, dalam santun manusiawi , dalam patuh dan hormat Ilahi...
Terima kasih sekali lagi kerana menjadi ayahandaku dunia akhirat!
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.