kepada rautmu
Akhir-akhir ini aku seperti kembali melihat rautmu yang pernah menyapa atau sekadar sua yang kemudian lenyap oleh waktu, dilumatkan perjalanan, dan di hanyutkan semacam pengembaraan.raut yang menderai tawa, mengurai air mata,membantai rasa. kenangan ternyata begitu renta, seperti saja malam kita duduk di batu itu, saat semburat wajahmu tiba-tiba memenuhi segala pandang, seluruh kenang. Di mac yang lusuh, kita pun menjauh. hanya langkah kakimu yang kekal, selain itu segalanya menguap. segalanya, juga gerai rambutmu yang membuat kata-kataku menggumpal di pangkal lidah, juga jujur tanganmu yang mencengkam garis-garis tentang mimpi mimpi yang kita buru. Yang ku sesalkan hanya satu: mengapa kau hembuskan namaku di malam itu?
aku telah menduga, engkau akan lenyap dalam rinai hujan yang tiba-tiba, padahal beberapa minit sebelumya tanganku masih memungut sehelai rambutmu yang runtuh di hujung kakiku. lalu hanya senyap merayap mengigaukan rinduku pada rautmu. rindu pada kau dan aku.
dari kisah lalu. yang sejenak saja.
-coretan cerpen pendek-
karya aina nabila ahmad
note : tidak pandai mereka cereka cinta. tapi mahu bercinta di dalam karya! ah, sang jiwang menjengah pula! (hahahahah)
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.