Sementara yang berkepul di udara itu
bukanlah butiran pasir
melainkan debu yang mendesir
seperti terusir.
Dan tanah menjerit.
Letih, sakit.
dalam kabut penuh carut
Tak mahu menurut
Dan esok.
Jangan pernah percaya pada matahari
Terbitnya bila-bila
Entahkan berubah arah.
Langit akan tetap diam
Sebab ketinggian itu menegaskan jarak
Sedang kau dan aku di kerendahan
dihujani awan hitam berarak
Dalam doa yang tak sempat teraminkan.
Tuhan Kau bukakanlah mata yang belum terbuka
Tunjukkan yang belum terbuka.
Dulu, sekarang dan nanti.
pada aku, dia, juga mereka.
Metafora dari jiwa
AINA NABILA AHMAD
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.